Sabtu, 03 Mei 2014

ALL AND EVERYTHING



Awalnya, musim hujan selalu identik dengan kemurungan. Lalu, ternyata mengubah ilusi dan realita yang pernah jalan berdampingan, menjadi sesuatu yang jelas –hitam dan putih. Tak lagi abu-abu .

Kubenci butir-butir air suci yang jatuh dari langit. Bahkan gemuruhnya ~Setiap kali hujan memanggil, pojokan menjadi satu-satunya tempat aku berlindung. Seraya memakai earphone dan mendengarkan dentingan piano yang jauh lebih indah daripada suara hujan .

Tuhan .. Maafkan aku yang sedang kacau ini. Tapi, aku benar-benar tak ingin mendengar lantunan hujan ~ Tolong sampaikan padanya, jangan memanggilku lagi jika itu hanya angin Surga ~