Saat hati merasa sakit, pilu, bahkan terasa perih.
Air mata seakan tak lagi mampu membendung. Air mata terlalu rapuh untuk berdiri
tanpa ada topangan ~ Jelas saja, air mata tak bertulang. Tak mudah baginya
untuk berdiri di ujung bendungan mata. Mereka hanya menunggu detik berganti,
sampai akhirnya jadi aliran tak berarah di kedua pipi .
Aku yang bosan dalam menjalani kehidupan. Skenario
payah kudapatkan. Bahkan, bergairah saja tidak. Aliran nafas terhambat,
hari-hari jadi sangat sempit. Banyak hal-hal kecil disekitarku yang dapat
menjadi suatu bentuk betapa harusnya aku bersyukur akan kehidupan ini. Bukankah
Allah sudah menjanjikan bahwa disetiap cerita selalu ada hikmah yang tersirat ?
Sayangnya sebagai manusia biasa, aku hanya bisa mengeluh , -mengeluh dan terus
mengeluh. Selalu bertanya –kenapa , tanpa menyadari bahwa kalimat –bagaimana
itu jauh lebih terhormat daripada hanya bertanya –kenapa .

