Selasa, 04 Februari 2014

[RE-POST] HAVE YOU EVER (Mencintai Jo)

jack daniels, heart, black and white, quote, girl

Assalammualaikum beautier ~ Kali ini aku mau re-post tulisan dari blognya http://mencintaijo.wordpress.com/2010/12/15/have-you-ever-2/ . Ini blognya Kak Jo . Aku suka banget sama tulisan Kak Jo yang rapi dan bahasanya buat hati ini berasa .. ahaha ~ Mulai deh alaynya .. Ahaha :D So, ini salah satu lisan Kak Jo yang aku suka :

Posted on

 

Have you ever loved somebody so much it makes you cry?
Have you ever needed something so bad you can’t sleep at night?
Have you ever tried to find the words but they don’t come out right?
Have you ever?

Siapa yang tidak pernah mengalaminya? Aku berani bertaruh bahwa seseorang akan pernah mengalaminya meskipun hanya satu kali seumur hidup yang ia jalani. Ketika hati begitu gelisah hingga kata-kata tak sanggup untuk terucap. Tidak, bukan tak terucap, tapi kita tak menemukan satu kata pun yang tepat untuk menggambarkan perasaan itu.


Have you ever been in love, been in love so bad
You’d do anything to make them understand?
Have you ever had someone steal your heart away?
You’d give anything to make them feel the same?
Have you ever searched for words to get you in their heart
But you don’t know what to say and you don’t know where to start?

Ketika suatu hari kita akhirnya sadar telah mencintai seseorang begitu dalamnya tanpa pernah tahu kapan tepatnya rasa cinta itu tumbuh dan kemudian berkembang dengan liar, apa yang kita lakukan? Kita akan menjadi seseorang yang tidak lagi sama. Sadar atau tidak sadar, kita akan melakukan segala cara untuk membuktikan bahwa cinta yang kita rasakan bukanlah cinta semu melainkan rasa cinta yang benar-benar lahir dari hati. Mencari sedikit celah hanya untuk meyakinkan diri kita bahwa bukan hanya kita yang memiliki rasa ini tetapi seseorang itu juga memiliki rasa yang sama. Berusaha untuk membuat kita mendapat bagian di dalam hati seseorang yang kita cintai, namun kita tidak tahu harus bagaimana memulainya.

Have you ever found the one you’ve dreamed of all your life?
You’d do just about anything to look into their eyes?
Have you finally found the one you’ve given your heart to
Only to find that one won’t give their heart to you?
Have you ever closed your eyes and dreamed that they were there
And all you can do is wait for that day when they will care?

Seseorang dari masa lalu pernah berkata kepadaku, “Tahu kah kamu, bahwa memiliki kamu adalah impianku yang telah menjadi kenyataan?” Aku hanya tersenyum menanggapinya saat itu. Karena aku dan dia sama-sama tahu bahwa meskipun saat itu ia berhasil memilikiku namun perlu waktu yang cukup lama baginya untuk mendapatkan hatiku dan selama itu pula ia dengan sabar menunggu.

Apakah memang seharusnya berbahagia ketika pada akhirnya impian yang selama ini menemani tidur tiba-tiba muncul sebagai sosok yang nyata dalam hidup kita? Lalu, ketika semua menjadi nyata, apakah kita tak perlu lagi untuk bermimpi? Seandainya saja kita dapat memilih untuk tetap menjadi impian bagi seseorang, mungkin akan lebih baik hingga kita tak perlu merasa menjadi sosok nyata yang sewaktu-waktu dapat lenyap dan merasakan rasa sakit yang juga nyata di saat kita tidak lagi berupa impian yang selalu diharapkan.

What do I gotta do to get you in my arms, baby?
What do I gotta say to get to your heart to make you understand how I need you next to me?
Gotta get you in my world ’cause, baby, I can’t sleep

Keadaan kemudian berbalik. Kita juga akhirnya merasakan kebahagiaan karena kita dapat menjadi bagian yang nyata bagi kehidupan seseorang. Kita dibutuhkan bukan hanya sebagai bunga tidur yang menemani malam-malam seseorang. Kita dan seseorang itu kemudian berusaha membangun impian baru yang menjadi milik berdua dan sekali lagi, berharap impian tersebut menjadi kenyataan.

Dan di saat impian yang menjadi kenyataan ternyata tidak sesuai dengan harapan, maka lirik kehidupan dimulai kembali dari awal. Kita kembali merasakan betapa sulitnya menjalani hidup ketika kita begitu mencintai dan menginginkan seseorang hingga sulit mencari kata yang tepat untuk menggambarkannya. Rasa sakit semakin tak tertahankan ketika kita terus bertanya-tanya apa yang harus kita lakukan agar seseorang yang kita cintai dapat terus bertahan dalam pelukan kita.

Jawabannya mudah. Tidak ada yang dapat kita lakukan. Kita tidak dapat memaksa seseorang untuk tetap dapat hidup bersama kita meskipun rasa cinta masih ada di hati kita dan dia. Yang bisa kita lakukan hanyalah bersyukur. Bersyukur karena kita pernah mencintai dan bersyukur karena kita pernah dicintai, tanpa pernah bertanya mengapa kita dipertemukan jika pada akhirnya kita harus berpisah.

*Lirik lagu dikutip dari lagu Have You Ever yang dipopulerkan oleh Brandy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar