Minggu, 09 Februari 2014

[ STORY ] TRUST, THE PROMISES IS TRUTH








Saat hati merasa sakit, pilu, bahkan terasa perih. Air mata seakan tak lagi mampu membendung. Air mata terlalu rapuh untuk berdiri tanpa ada topangan ~ Jelas saja, air mata tak bertulang. Tak mudah baginya untuk berdiri di ujung bendungan mata. Mereka hanya menunggu detik berganti, sampai akhirnya jadi aliran tak berarah di kedua pipi .

Aku yang bosan dalam menjalani kehidupan. Skenario payah kudapatkan. Bahkan, bergairah saja tidak. Aliran nafas terhambat, hari-hari jadi sangat sempit. Banyak hal-hal kecil disekitarku yang dapat menjadi suatu bentuk betapa harusnya aku bersyukur akan kehidupan ini. Bukankah Allah sudah menjanjikan bahwa disetiap cerita selalu ada hikmah yang tersirat ? Sayangnya sebagai manusia biasa, aku hanya bisa mengeluh , -mengeluh dan terus mengeluh. Selalu bertanya –kenapa , tanpa menyadari bahwa kalimat –bagaimana itu jauh lebih terhormat daripada hanya bertanya –kenapa . 


Seharusnya aku merubah semua sisi pandang yang kuasumsikan. Mengganti keraguan menjadi suatu keyakinan. Karena, kenapa aku harus meragukan segala janji Allah ? Bukankah Allah telah berfirman , “ { (Sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. }   (QS. Ar-Rum; 6 )

Justru dibalik setiap musibah yang ada, akan ada hal yang akan menyelamatkanku dari musibah ini sendiri. Mungkin, dibalik hal-hal yang tidak kusukai itu, ada kebaikan dan kenikmatan.

“ Wahai orang yang matanya selalu digenangi air mata, hentikan aliran air mata itu, dan berikan kenikmatan kepada kedua bola matamu. Tenanglah, karena kamu berhak mendapatkan perlindungan dari sang Pencipta dan pemeliharaan dari sisi kebijaksanaan-Nya. Tenanglah, qadha telah selesai, kebijaksanaan telah dirumuskan, rintangan sudah bisa dihilangkan, otot-otot kekuatan telah kembali segar, dan pahala telah ditetapkan bagi yang terus berusaha. “

“ Tenanglah, karena akhir dari perjalanan itu adalah kebaikan. Hasilnya adalah kesenangan, dan penutupnya adalah kemuliaan . “

“ Setelah kefakiran itu akan ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali, dan setelah tidak tidur malam kamu akan tidur pulas ~ “

*Dr.’Aidh al-Qarni

Setidaknya, aku sudah tahu bahwa sesering mungkin berbaik sangka-lah kepada Allah. Percaya, bahwa janji-Nya adalah suatu kebenaran. Karena, tak seorang pun dapat memberikan kebaikan, kecuali Dia. Manusia yang berbuat baik kepada yang lainnya, hanya sebagai perantara dari kebaikan tangan Allah . Dan tidak ada seorang pun yang dapat memberikan jalan keluar, hanya Allah yang menurunkan tangan cinta kasih-Nya, sehingga aku mendapat jalan keluar .

Dia yang menjadikan pagi hari setelah malam, yang menurunkan hujan setelah kegersangan. Yang memberi agar disyukuri, yang menurunkan ujian untuk mengetahui siapa yang bersabar dan siapa yang tidak . Yang memberi kenikmatan hanya karena Dia ingin mendengarkan pujian dari hamba-Nya. Dan yang menurunkan bencana supaya seorang hamba mau berdoa. Ini adalah keharusan agar hamba lebih menguatkan tali hubungan dengan-Nya, dan banyak memohon kepada-Nya “

Terjawab bukan ? Inilah makna tersirat dari sederetan cerita kesedihan yang telah Allah tuliskan. Agar doa selalu terucap di setiap detik hidup kita. Agar rasa syukur selalu tertanam di dalam hati yang paling dalam . Maha Terpuji Allah yang telah menuliskan segala skenario kehidupan dengan sempurna di mata-Nya, tanpa cacat cela ~

{ Dan, mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. } (QS. An-Nisa: 32 )

{ Berdoalah kepada Rabb-mu dengan berendah hati dan suara yang lembut . } (QS. Al-A’raf: 55 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar