Saat hati merasa sakit, pilu, bahkan terasa perih.
Air mata seakan tak lagi mampu membendung. Air mata terlalu rapuh untuk berdiri
tanpa ada topangan ~ Jelas saja, air mata tak bertulang. Tak mudah baginya
untuk berdiri di ujung bendungan mata. Mereka hanya menunggu detik berganti,
sampai akhirnya jadi aliran tak berarah di kedua pipi .
Aku yang bosan dalam menjalani kehidupan. Skenario
payah kudapatkan. Bahkan, bergairah saja tidak. Aliran nafas terhambat,
hari-hari jadi sangat sempit. Banyak hal-hal kecil disekitarku yang dapat
menjadi suatu bentuk betapa harusnya aku bersyukur akan kehidupan ini. Bukankah
Allah sudah menjanjikan bahwa disetiap cerita selalu ada hikmah yang tersirat ?
Sayangnya sebagai manusia biasa, aku hanya bisa mengeluh , -mengeluh dan terus
mengeluh. Selalu bertanya –kenapa , tanpa menyadari bahwa kalimat –bagaimana
itu jauh lebih terhormat daripada hanya bertanya –kenapa .
Seharusnya aku merubah semua sisi pandang yang
kuasumsikan. Mengganti keraguan menjadi suatu keyakinan. Karena, kenapa aku
harus meragukan segala janji Allah ? Bukankah Allah telah berfirman , “ { (Sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari
Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. }
(QS. Ar-Rum; 6 )
Justru dibalik setiap musibah yang ada, akan ada hal
yang akan menyelamatkanku dari musibah ini sendiri. Mungkin, dibalik hal-hal
yang tidak kusukai itu, ada kebaikan dan kenikmatan.
“ Wahai orang
yang matanya selalu digenangi air mata, hentikan aliran air mata itu, dan
berikan kenikmatan kepada kedua bola matamu. Tenanglah, karena kamu berhak
mendapatkan perlindungan dari sang Pencipta dan pemeliharaan dari sisi
kebijaksanaan-Nya. Tenanglah, qadha telah selesai, kebijaksanaan telah
dirumuskan, rintangan sudah bisa dihilangkan, otot-otot kekuatan telah kembali
segar, dan pahala telah ditetapkan bagi yang terus berusaha. “
“ Tenanglah,
karena akhir dari perjalanan itu adalah kebaikan. Hasilnya adalah kesenangan,
dan penutupnya adalah kemuliaan . “
“ Setelah
kefakiran itu akan ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah
perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah
terputus akan tersambung kembali, dan setelah tidak tidur malam kamu akan tidur
pulas ~ “
*Dr.’Aidh
al-Qarni
Setidaknya, aku sudah tahu bahwa sesering mungkin berbaik
sangka-lah kepada Allah. Percaya, bahwa janji-Nya adalah suatu kebenaran.
Karena, tak seorang pun dapat memberikan kebaikan, kecuali Dia. Manusia yang
berbuat baik kepada yang lainnya, hanya sebagai perantara dari kebaikan tangan
Allah . Dan tidak ada seorang pun yang dapat memberikan jalan keluar, hanya
Allah yang menurunkan tangan cinta kasih-Nya, sehingga aku mendapat jalan
keluar .
“ Dia yang
menjadikan pagi hari setelah malam, yang menurunkan hujan setelah kegersangan.
Yang memberi agar disyukuri, yang menurunkan ujian untuk mengetahui siapa yang
bersabar dan siapa yang tidak . Yang memberi kenikmatan hanya karena Dia ingin
mendengarkan pujian dari hamba-Nya. Dan yang menurunkan bencana supaya seorang
hamba mau berdoa. Ini adalah keharusan agar hamba lebih menguatkan tali
hubungan dengan-Nya, dan banyak memohon kepada-Nya “
Terjawab bukan ? Inilah makna tersirat dari
sederetan cerita kesedihan yang telah Allah tuliskan. Agar doa selalu terucap
di setiap detik hidup kita. Agar rasa syukur selalu tertanam di dalam hati yang
paling dalam . Maha Terpuji Allah yang telah menuliskan segala skenario
kehidupan dengan sempurna di mata-Nya, tanpa cacat cela ~
{ Dan, mohonlah
kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. } (QS.
An-Nisa: 32 )
{ Berdoalah
kepada Rabb-mu dengan berendah hati dan suara yang lembut . } (QS. Al-A’raf: 55 )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar