Kamis, 30 Januari 2014

[STORY] LET IT RAIN ~




Mulai tak berguna cintaku, saat sebuket bunga kuantarkan ke altar ~

**
            Aku pernah mencintainya, aku pernah merindukannya . Dan mungkin, aku masih mencintainya. Tidak .. Aku memang mencintainya .Pria itu, yang selalu membuat jantungku berdegup kencang. Park Jung Soo ~ Masihkah kau menganggapku sekedar .. ?


**

            “ Oppa , aku mencintaimu .. “ bisikku lirih seraya mendekap hangat tubuh nya. 

            “ Aku juga mencintainya, Bo Ra-ya ~ Kau jangan takut. Oppa akan selalu ada untukmu. Bahkan, kalau kau kebasahan karena hujan lagi –Oppa akan menjemputmu. Apa lagi yang kau takutkan ? “ tanya Oppa seraya menghapus air mataku yang bercucuran .

            Aku ingin cinta yang penuh darimu ~ “ 

            “ Bo Ra-ya ~ Jangan seperti ini. Oppa akan selalu mencintaimu, walaupun Nara Unnie akan menjadi istriku nanti, dia juga akan mencintaimu seperti aku mencintaimu . “ ujar Oppa yang menekan jantungku dalam-dalam .

            Bukan cinta seperti ini yang aku inginkan, Park Jung Soo ~

**
            Park Jung Soo ~ Masihkah kau menganggapku sekedar adik angkatmu ? Kurasa iya ~ Karena ungkapan cintaku pun hanya berbatas adik-kakak bagimu. Apakah benar-benar tak  ada celah yang bisa kumasuki di dalam hatimu ?

            Kurasa tidak ~ Park Jung Soo! Kenapa harus begini akhir yang kutanggung ? Tak sadarkah kau sesulit ini aku harus menerima semua kenyataan yang ingin kuanggap sekedar mimpi buruk semalam ? Sayangnya kau tak mengiyakan mimpi buruk itu, karena ini realita yang benar-benar ada di depan mataku .

            Katakan padaku, Jung Soo ~ Haruskan aku membencimu karena kau akan menikah dengan perempuan lain, ataukah aku harus membencimu karena .. Karena .. Aku tidak tahu, Oppa ~ Aku tahu ini bukan salahmu. Dan ini juga bukan salahku ~ Aku harus menyalahkan siapa atas ketidak adilan ini ?

Flashback ~

            “ Oppa! Kenapa kau ada di tempat tidurku ? “ bentak Bo Ra seraya menarik selimutnya .

            “ Kukira kau sudah tahu jawabannya ~ “ jawab Jung Soo seraya tertawa .

            “ Aish ~ Aku membencimu, Oppa! “ teriak Bo Ra seraya memukul kepala Jung Soo

            “ Bukankah sudah kukatakan semalam ? Aku akan menjaga tidurmu sampai matamu terbuka. Dan ternyata dugaanku benar, kau jauh lebih cantik saat tidur, Bo Ra-ya .. “

**
           “ Tenang Bo Ra ~ Ada Oppa disini .. “ kata Jung Soo seraya memeluk erat gadis berambut panjang ini. Ia mengelus pelan kepala gadis yang sedang ketakutan itu ~

            “ Oppa ~ Aku benar-benar takut. Seharusnya aku tidak keluar saat langit sudah mendung. Hujan dan gemuruh ini benar-benar menyiksa jantungku. Sakit sekali, Oppa .. “ rengek Bo Ra .

            “ Bo Ra, ada Oppa disini. Oppa sudah melindungimu ~ “

            Pria dewasa dan gadis manja itu saling berpelukan di bawah hujan yang meraung dengan gemuruh langit. Aura cinta dan kasih sayang yang luas telah tercipta diantara mereka .

**
            “ Selamat ulang tahun, Bo Ra-ya ~ “ ucap Jung Soo sambil mengecup kening Bo Ra. Bo Ra mendadak diam dan terpaku.
**
            “ Kau sedang memasak untuk Oppa kan ? “ .

            Mendadak Jung Soo melingkarkan lengannya di pinggang Bo Ra. Bo Ra yang saat itu sedang memotong beberapa kubis hanya terdiam. Jantungnya bermain lagi ~ “

Flashback end ~

            Harus kuapakan semua kenangan manis kita ? Aku tak bisa membuang mereka. Bahkan, melupakan pun tak bisa kulakukan juga. Oppa, aku benar-benar seperti orang bodoh sekarang. Haruskah aku pergi jauh darimu ? Agar perasaan ini bisa kembali seperti awal lagi ? Bisakah kau cabut rasa cintaku ini, Oppa ? Oppa ~ Aku hancur. Rasanya tulang pun tak sanggup lagi membuatku tetap berdiri ~

**
            Aku berjalan pelan di samping seorang perempuan yang cantik. Seraya memegang sebuket bunga tulip, kesukaanku

            “ Terima kasih, Bo Ra-ya ~ “ bisik Nara Unnie sambil mengecup pipi kananku. 

            “ Sama-sama, Unnie ~ “ jawabku pelan. 

            Aku mengambil tempat duduk di depan. Pemandangan ini sepertinya benar-benar tertuju padaku. Seperti menonton sebuah film yang tak kusukai akhirnya. 

            Kudengar Oppa mengucap sumpah setianya. Dan jantungku kembali sakit ~ Sakit .. Rasa sakitnya tak mampu membendung air mataku .

            Kulihat mereka saling menyematkan cincin, dan kemudian .. Oppa mencium bibir Nara Unnie .

            DEG! Jantungku lepas dari tempatnya memompa darah .

            Air mataku jatuh satu demi satu. Tuhan .. Aku tidak kuat lagi . Jika Engkau berkenan, silahkan cabut nyawaku sekarang. Karena, semoga saja pria yang kucintai akan menangisi kepergianku. 

            Aku segera berlari keluar. Kudengar Oppa berteriak memanggilku. Harapanku hanya satu, ia mengejarku dan meninggalkan pasangannya sendirian di altar sana ~

            Ternyata di luar sedang hujan deras ~ Aku hanya berdiri di bawah hujan. Tanpa merasa takut sedikit pun. Karena saat ini aku telah menghadapi ketakutan terbesarku, kehilangan pria yang amat kucintai .

            Detik demi detik berlalu ~ Oppa tak mengejarku. Ia tak lagi khawatir dengan hujan yang kutakutkan .  
Haruskan aku bangun sekarang ? Haruskah aku sadar sekarang bahwa Oppa tak akan bisa jadi milikku ?  Aku terjatuh ~ Terduduk di di bawah hujan dan gemuruh yang lantang. Seakan menertawakanku, atau seakan -ikut menangis juga denganku ~

            Park Jung Soo ~ Cintaku hanya sekedar mainan bagimu ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar