Mulai tak
berguna cintaku, saat sebuket bunga kuantarkan ke altar ~
**
Aku pernah mencintainya, aku pernah
merindukannya . Dan mungkin, aku masih mencintainya. Tidak .. Aku memang
mencintainya .Pria itu, yang selalu membuat jantungku berdegup kencang. Park
Jung Soo ~ Masihkah kau menganggapku sekedar .. ?
**
“
Oppa , aku mencintaimu .. “ bisikku
lirih seraya mendekap hangat tubuh nya.
“
Aku juga mencintainya, Bo Ra-ya ~ Kau jangan takut. Oppa akan selalu ada
untukmu. Bahkan, kalau kau kebasahan karena hujan lagi –Oppa akan menjemputmu.
Apa lagi yang kau takutkan ? “ tanya Oppa seraya menghapus air mataku yang
bercucuran .
“ Aku ingin cinta yang penuh darimu ~ “
“
Bo Ra-ya ~ Jangan seperti ini. Oppa akan selalu mencintaimu, walaupun Nara
Unnie akan menjadi istriku nanti, dia juga akan mencintaimu seperti aku
mencintaimu . “ ujar Oppa yang menekan jantungku dalam-dalam .
Bukan cinta seperti ini yang aku inginkan,
Park Jung Soo ~
**
Park Jung Soo ~ Masihkah kau menganggapku
sekedar adik angkatmu ? Kurasa iya ~ Karena ungkapan cintaku pun hanya berbatas
adik-kakak bagimu. Apakah benar-benar tak
ada celah yang bisa kumasuki di dalam hatimu ?
Kurasa tidak ~ Park Jung Soo! Kenapa
harus begini akhir yang kutanggung ? Tak sadarkah kau sesulit ini aku harus
menerima semua kenyataan yang ingin kuanggap sekedar mimpi buruk semalam ?
Sayangnya kau tak mengiyakan mimpi buruk itu, karena ini realita yang
benar-benar ada di depan mataku .
Katakan padaku, Jung Soo ~ Haruskan
aku membencimu karena kau akan menikah dengan perempuan lain, ataukah aku harus
membencimu karena .. Karena .. Aku tidak tahu, Oppa ~ Aku tahu ini bukan
salahmu. Dan ini juga bukan salahku ~ Aku harus menyalahkan siapa atas ketidak
adilan ini ?
Flashback
~
“ Oppa! Kenapa kau ada di tempat tidurku
? “ bentak Bo Ra seraya menarik selimutnya .
“ Kukira kau sudah tahu jawabannya ~
“ jawab Jung Soo seraya tertawa .
“ Aish ~ Aku membencimu, Oppa! “
teriak Bo Ra seraya memukul kepala Jung Soo
“ Bukankah sudah kukatakan semalam ?
Aku akan menjaga tidurmu sampai matamu terbuka. Dan ternyata dugaanku benar,
kau jauh lebih cantik saat tidur, Bo Ra-ya .. “
**
“ Tenang Bo Ra ~ Ada Oppa disini .. “
kata Jung Soo seraya memeluk erat gadis berambut panjang ini. Ia mengelus pelan
kepala gadis yang sedang ketakutan itu ~
“ Oppa ~ Aku benar-benar takut.
Seharusnya aku tidak keluar saat langit sudah mendung. Hujan dan gemuruh ini
benar-benar menyiksa jantungku. Sakit sekali, Oppa .. “ rengek Bo Ra .
“ Bo Ra, ada Oppa disini. Oppa sudah
melindungimu ~ “
Pria dewasa dan gadis manja itu
saling berpelukan di bawah hujan yang meraung dengan gemuruh langit. Aura cinta
dan kasih sayang yang luas telah tercipta diantara mereka .
**
“ Selamat ulang tahun, Bo Ra-ya ~ “
ucap Jung Soo sambil mengecup kening Bo Ra. Bo Ra mendadak diam dan terpaku.
**
“ Kau sedang memasak untuk Oppa kan
? “ .
Mendadak Jung Soo melingkarkan
lengannya di pinggang Bo Ra. Bo Ra yang saat itu sedang memotong beberapa kubis
hanya terdiam. Jantungnya bermain lagi ~ “
Flashback
end ~
Harus
kuapakan semua kenangan manis kita ? Aku tak bisa membuang mereka. Bahkan,
melupakan pun tak bisa kulakukan juga. Oppa, aku benar-benar seperti orang
bodoh sekarang. Haruskah aku pergi jauh darimu ? Agar perasaan ini bisa kembali
seperti awal lagi ? Bisakah kau cabut rasa cintaku ini, Oppa ? Oppa ~ Aku
hancur. Rasanya tulang pun tak sanggup lagi membuatku tetap berdiri ~
**
Aku
berjalan pelan di samping seorang perempuan yang cantik. Seraya memegang
sebuket bunga tulip, kesukaanku.
“
Terima kasih, Bo Ra-ya ~ “ bisik Nara Unnie sambil mengecup pipi kananku.
“
Sama-sama, Unnie ~ “ jawabku pelan.
Aku
mengambil tempat duduk di depan. Pemandangan ini sepertinya benar-benar tertuju
padaku. Seperti menonton sebuah film yang tak kusukai akhirnya.
Kudengar
Oppa mengucap sumpah setianya. Dan jantungku kembali sakit ~ Sakit .. Rasa
sakitnya tak mampu membendung air mataku .
Kulihat
mereka saling menyematkan cincin, dan kemudian .. Oppa mencium bibir Nara Unnie
.
DEG!
Jantungku lepas dari tempatnya memompa darah
.
Air mataku jatuh
satu demi satu. Tuhan .. Aku tidak kuat
lagi . Jika Engkau berkenan, silahkan cabut nyawaku sekarang. Karena, semoga
saja pria yang kucintai akan menangisi kepergianku.
Aku segera
berlari keluar. Kudengar Oppa berteriak memanggilku. Harapanku hanya satu, ia mengejarku dan meninggalkan pasangannya
sendirian di altar sana ~
Ternyata
di luar sedang hujan deras ~ Aku hanya berdiri di bawah hujan. Tanpa merasa
takut sedikit pun. Karena saat ini aku telah menghadapi ketakutan terbesarku, kehilangan pria yang amat kucintai .
Detik
demi detik berlalu ~ Oppa tak mengejarku. Ia tak lagi khawatir dengan hujan
yang kutakutkan .
Haruskan aku bangun
sekarang ? Haruskah aku sadar sekarang bahwa Oppa tak akan bisa jadi milikku ? Aku terjatuh ~ Terduduk di di bawah hujan dan
gemuruh yang lantang. Seakan menertawakanku, atau seakan -ikut menangis juga
denganku ~
Park Jung Soo ~ Cintaku hanya sekedar mainan
bagimu ~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar