Tak ada lagi yang bisa dilakukan langit untuk
mengembalikan Laut ke sisinya. Laut
sudah memilih untuk pergi, tak lagi menoleh ke belakang. Langit mengira itu
hanya ancaman sepersekian detik, akan tetapi –beribu-ribu detik sudah mengitari
jarum jam. Tak ada lagi kata cinta yang
terdengar darinya ..
Saat berpisah, yang dibaca Langit hanya kata “maaf dan terima kasih” . Begitu juga
dengan Laut. Rasanya tak adil jika berpisah pun tanpa kata-kata. Yang Langit
tahu, hatinya sedang sakit. Sakit sekali
.. Seakan ingin menangis, tapi tak bisa ia lakukan. Kelemahan terburuknya
hanya akan membuat Laut semakin membencinya .
Seketika itu reranting jadi patah. Daun-daun oranye
kecoklatan langsung berguguran. Seakan mewakili betapa hancurnya hati Langit
saat mendengar 3 kata itu. “Aku terlalu
membencimu .. “. Singkat, namun cukup dalam tertanam di benaknya .
Langit telah gagal .. Gagal mengembalikan Laut ke
dalam hidupnya. Bahkan, sudah gagal untuk melupakannya
..
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar